Konsep Berpikir dalam Perspektif Psikologi Islam dan Implikasinya terhadap Pembentukan Kepribadian: Kajian Literatur Nasional

Authors

  • Aliyah Rahman Universitas Negeri Padang
  • Anisa Fadilah Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.31004/ctr.v3i2.228

Keywords:

Psikologi Islam, Berpikir, Tafakkur, Kepribadian Muslim, Tazkiyatun Nafs

Abstract

Berpikir dalam psikologi Islam tidak hanya merupakan proses kognitif rasional, tetapi juga mencakup aspek spiritual, emosional, dan moral. Aktivitas berpikir dipandang sebagai sarana penting dalam pembentukan kepribadian Muslim yang utuh, karena melibatkan integrasi antara jasad, akal, qalb, dan ruh yang terhubung dengan nilai-nilai wahyu. Bentuk-bentuk berpikir seperti tafakkur, tadabbur, ta’aqqul, tadhakkur, dan fahm mencerminkan upaya manusia dalam memahami makna hidup sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep berpikir dalam psikologi Islam berdasarkan artikel nasional periode 2016–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa berpikir dalam Islam tidak hanya bersifat rasional, tetapi juga merupakan bagian dari proses tazkiyatun nafs yang mengarah pada kondisi jiwa yang tenang (nafs al-muthmainnah). Selain itu, berpikir memiliki fungsi terapeutik dalam menenangkan jiwa, meningkatkan kesadaran diri, serta mencegah distorsi kognitif seperti logical fallacy. Oleh karena itu, konsep berpikir dalam psikologi Islam memiliki implikasi penting dalam pengembangan konseling Islami, kesehatan mental, dan pembentukan karakter insan kamil.

Downloads

Published

2026-04-17

How to Cite

Aliyah Rahman, & Anisa Fadilah. (2026). Konsep Berpikir dalam Perspektif Psikologi Islam dan Implikasinya terhadap Pembentukan Kepribadian: Kajian Literatur Nasional. Culture Education and technology research (Cetera), 3(2), 44–56. https://doi.org/10.31004/ctr.v3i2.228